TUHAN SELALU ADIL
Oleh: Siti Afiah* Jalanan ini bagiku begitu memukau. Banyak anak-anak manusia yang mengorbankan dirinya dari keramaian kota, berhura-hura, dan kemudian berproses menjadi manusia mulia. Sungguh, ini pemandangan yang sebelumnya tak pernah kutemukan di kampung halaman. Gumamku dalam hati. “Coklat?” kata Ana sambil menyodorkan sebatang coklat yang kusuka,silverqueen. “Terimakasih, An.” Kuterima coklat itu lalu kumakan sembari duduk di latar menikmati alunan merdu Al-Qur’an. “Semenjak kehadiranku di desa ini sebagai mahasiswa magang, aku semakin yakin bahwa masih banyak hal yang luar biasa di dunia ini. Aku memang terlahir dari keluarga non muslim. Ayahku memiliki gereja terbesar di Yogyakarta sedangkan mamaku adalah seorang bisnis women. Sejak kecil aku tak pernah mendengar lantunan merdu seperti yang dilantunkan anak-anak kecil ini, An. Aku sangat menikmatinya. Sungguh.” Panjang lebar kuceritakan siapa diriku sesungguhnya kepada Ana. Ana adalah warga kampung Sidohasri yang be...